Trading Dengan Pivot Point

Pivot point dihitung dengan rumus sebagai berikut:

Pivot point = (High + Low + Close) / 3
Sedangkan level support dan resistance dihitung sebagai berikut:
Support pertama (S1) = (2*PP) – High
Resistance pertama (R1) = (2*PP) – Low
Support kedua (S2) = PP – (high – Low)
Resistance kedua (R2) = PP + High – Low)
Pada umumnya anda tidak perlu repot-repot menghitung ini, software chart yang disediakan oleh broker biasanya memiliki fasilitas untuk menghitung pivot point ini. Ada banyak software malah memberikan tidak hanya ke-5 titik tersebut tapi lebih jauh lagi menambahkannya dengan support dan resistance ketiga (S3 & R3). Memang titik-titk tambahan itu sudah tidak signifikan seperti kelima titik yang utama, tapi tidak salah juga kalau diikutkan sebagai pelengkap.

Trading Dengan  Pivot Point


Pivot point adalah daerah harus mendapat perhatian saat melakukan analisa pasar karena pivot point ini adalah level support atau resistance yang paling signifikan. banyak trader berpengalaman menunggu di level ini untuk melakukan transaksi. Pada saat harga bergerak mendekati pivot point banyak trader yang mulai masuk pasar untuk mengambil posisi, beli ataupun jual, dan menetapkan target keuntungan (take profit) serta batas kerugian (stop loss). Secara umum jika harga berada di atas pivot, maka pasar dianggap bullish (naik). Sebaliknya jika harga berada di bawah pivot, pasar dikatakan bearish (turun).
Apabila harga tertahan di bawah pivot point (PP) dan ditutup pada level tersebut, hal itu merupakan alasan yang cukup baik untuk mengambil posisi ;jual’ dengan stop-loss beberapa point di atas PP dan target profit di sekitar S1.
Akan tetapi jika harga bergerak turun terus dan menembus S1, dari pada menutup transaksi anda dapat memindahkan ‘stop-loss’ beberapa point di atas S1 dan meletakkan target profit berikutnya pada S2. Biasanya S2 adalah level terrendah dari pergerakan mata uang harian dan menutup transaksi pada level ini adlah langkah yang bijaksana.Hal yang sebaliknya terjadi apabila harga berada di atas pivot point dan ditutup pada level itu. Anda bisa mengambil posisi beli dengan stop-loss di bawah pivot point dan target profit beberapa point di bawah R1. Tapi apabila harga naik dengan kuat dan menembus R1, stop-loss bisa dinaikkan dan ditempatkan di bawah R1 sementara itu target profit bergeser ke level R2.
Kekuatan dari support dan resistance pada berbagai pivot level ditentukan oleh berapa kali suatu harga mencapai level itu dan kemudian berbalik arah.Semakin sering harga mencapai level itu dan kemudian berbalik arah maka semakin kuat pivot level tersebut.
Jika pergerakan harga bergerak naik mendekati resistance, anda bisa mengamati kapan harga akan berbalik arah turun. Saat harga bergerak turun anda bisa mengambil posisi jual dengan stop-loss ada di atas resistance. Tapi adakalanya gerakan naik ini cukup kuat dan resistance dapat tertembus sehingga stop-loss anda terkena. Ini adalah resiko dalam forex. Tapi apabila gerakan itu anda percaya begitu kuat, anda bisa mengambil posisi beli saat harga menembus resistance. Pada kondisi ini resistance berubah menjadi support sehingga anda bisa memasang stop-loss di bawah level support yang baru (yaitu yang sebelumnya adalah resistance). Dengan cara ini kerugian yang anda alami pada transaksi awal dapat tertutupi keuntungan yang anda raih pada transaksi kedua. Hal yang serupa bisa anda lakukan jika harga bergerak turun mendekati support. Saat harga mulai berbalik arah dan bergerak naik anda dapat melakukan transaksi beli dengan stop loss di bawah garis support.
Kondisi Trading Sesungguhnya
Pivot point seringkali berhasil karena ada banyak trader yang juga percaya pada teori ini dan menetapkan pivot point pada level yang kurang lebih sama. Sehingga saat harga bergerak mendekati level ini ada banyak trader yang mengambil reaksi yang serupa sehingga harga cenderung berbalik arah.Tapi bagaimanapun ada banyak kasus dimana pivot point tidak berhasil sama sekali. Biasanya ini terjadi saat ada data atau berita fundamental yang membuat harga cenderung bergerak dengan trend yang kuat dan para trader banyak yang mengabaikan segala bentuk resistance dan support.
Oleh karena itu apapun kondisinya tidak ada strategi yang lebih baik dari pada ini: ikuti trend yang terjadi di pasar. Jadi apabila kondisi pasar normal dan harga bergerak dalam batasan support dan resistance, lakukan transaksi dengan mengikuti pola itu. Demikian juga jika terjadi trend yang kuat dan harga bergerak ke satu arah, lupakan soal support dan resistance, ikuti saja trend.
Seputar Indikator Forex Trading 2012
Rumusan
Latar belakang psikologis yang ada pada pendekatan ini cukup sederhana saja. Jika karena satu dan lain hal harga tidak berhasil melampaui suatu level tertentu pada sesi sebelumnya, maka level tersebut cenderung akan menjadi pertimbangan para trader dalam memperhitungkan support dan resistance. Ada kemungkinan cukup besar level tersebut sulit ditembus dan harga berbalik arah. Penetapan level-level pivot point dengan cara ini dapat diterapkan pada kondisi harga yang trending maupun datar (sideways). Di bawah ini beberapa tips yang dapat membantu anda untuk mengambil keputusan berdasarkan pemetaan pasar dengan menggunakan pivot point
    • Jika harga ada di PP, perhatikan kemungkinan gerakan menuju R1 atau S1.

    • Jika harga ada di R1, perhatikan kemungkinan harga berbalik arah ke PP atau gerakan berlanjut ke R2.

    • Jika harga ada di S1, perhatikan kemungkinan harga berbalik arah ke PP atau gerakan harga berlanjut ke S2.

    • Jika harga ada di R2, perhatikan kemungkinan harga bergerak kembali ke R1 atau berlanjut ke R3.

    • Jika harga ada di S2, perhatikan kemungkinan harga bergerak kembali ke S1 atau berlanjut ke S3.

    • Jika tidak ada berita atau faktor fundamental yang signifikan, harga biasanya bergerak dari PP ke S1 atau R2 dan berbalik lagi.

    • Jika ada berita atau faktor fundamental yang signifikan, harga biasanya cenderung menembus R1 menuju R2, atau bahkan R3 jika trend naik. Dan pada trend turun harga cenderung menembus level S1 menuju S2, atau bahkan S3.

    • Dalam kondisi normal S3 dan R3 merupakan batas maksimum pergerakan harga yang mungkin pada satu sesi trading. Level ini hanya tertembus jika terjadi kondisi ekstrem di pasar mata uang.
Pengalaman Penulis. Sistem ini merupakan system yang pertama kali penulis gunakan dan ajarkan. Jika menggunakan Sistem ini / Pivot Point, akan ditemukan Support dan Resistance. Menurut pengalaman PenulisSupport diartikan sebagai Dukungan dan resistance sebagai perlawanan. Support diartikan sebagai sinyal Beli dan Resistance sebagai sebagai sinyal Jual. Jika kita akan BUY di S1 maka yang perlu diiangat ada S2 dibawah. Jika kita akan Sell di R2, maka ada R3 diatasnya. Dan seterusnya.Untuk hasil yang masksimal, Anda bisa kolaborasikan system ini  indicator  yang lain, semisal stochastic Osilator 14,3,3, atau dengan Fractal. Dan Managemen Modal, menjadi indicator utama plus kemampuan dalam mengendalikan diri.
Untiuk Indikator Pivot Point ini silahkan klik
Nah gimana nih posting saya yang satu ini tentang seputar indikator forex trading 2012? mantabkan, sekian dulu besok sambung lagi dan selamat mencoba semoga sukses.

by: staffecon

Forex strategy with one candle

Jika Anda adalah seorang trader dengan target profit hanya 50-10 poin per hari, strategi ini cocok untuk Anda gunakan.Forex strategi lilin memiliki kesempatan untuk memenangkan yang sangat besar, tetapi untuk mendapatkan banyak keuntungan harus menggunakan ukuran lot yang besar dalam setiap transaksi.Gambaran umum dari strategi ini adalah bahwa kita hanya akan mencari 50-10 poin saja dalam satu hari yang hanya dari satu lilin yang kita benar-benar percaya padanya.Waktu frame yang digunakan untuk strategi ini adalah 1 jam atau 4 jam pada pasangan GBP / USD pada alasan bahwa kerangka waktu untuk panjang lilin lebih dari 25 poin. Jadi adalah mungkin sama sekali jika kita hanya mengharapkan 50-10 poin saja.Laba formula strategi ini adalah:Gunanya X = Laba Modal BesarCara menggunakan strategi forex lilin adalah:Membeli dengan harga terbuka jika lilin sebelumnya bullish, dan kemudian segera melampirkan 5 -10 point.Serta mengambil laba rugi berhenti adalah 10 poin.Jual pada harga terbuka jika candle bearish sebelumnya, mengambil keuntungan serta pasangan langsung 50-10 poin dengan stop loss 10 poin.Kunci untuk memenangkan strategi ini adalah untuk membuka posisi pada sebuah lilin yang telah membuat koreksi. Jadi lilin berikutnya akan bergerak kembali ke arah tren utama candle sebelumnya. Hal ini mengurangi risiko menyentuh stop loss.Seperti jika lilin yang telah membuat koreksi?Lilin lilin yang telah melakukan koreksi adalah tubuh yang memiliki panjang ekor perlawanan maksimal sepanjang 1 / 3 nya.Panjang tubuh menunjukkan kekuatan besar, sedangkan panjang koreksi normal hanya 1 / 3 saja. Jika melebihi 1 / 3 lilin lilin tubuh itu berarti daya dapat dilawan.
candle one1 Forex strategy with one candle
Digambarkan di atas adalah gambar bahwa jika duraikan bullish lilin dalam bentuk grafik, grafik seperti akhir dari pola di atas. Setelah membuat koreksi seperti di atas maka kemungkinan yang terbesar pada grafik candle berikutnya akan segera pindah ke atas.
candle one2 Forex strategy with one candle
Setelah lilin dibentuk seperti di atas dengan pola grafik adalah konstituennya gambar yang sama di atas maka arah selanjutnya lurus ke bawah tren utama dalam arah candle sebelumnya.

Expert Advisor Semi Manual


1. Cara buat EA Sell
Klik Tab Meta editor di Screen MT4
klik File, pilih New, buat nama SELL next, hapus script yg ada ganti sama script:
/====================================================
//script_sell_multiple.mq4
//jayatradinginc@gmail.com
//Note: Adjust lot1,takeprofit1 and stoploss1 as u like
//build:31/10/2011 taufik
//====================================================
#property copyright "JayaTrading Semi Manual EA"
#property link "jayatradinginc@gmail.com"

double lot1 =1.0;
int total_entry =5;
int takeprofit1 =5;
int stoploss1 =0;
int slippage1 =5;
int repeat =1;

int start()
{
while (repeat<=total_entry)
{
sell(lot1,takeprofit1,stoploss1,slippage1);
Sleep(1000);
int err=GetLastError();
if (err==0) {repeat++;}
else {repeat=repeat;}
}
}

void sell(double lot, double tp, double sl, int slip)
{
double bidprice = Bid;
if (tp>0) tp = bidprice - (tp * Point);
if (sl>0) sl = bidprice + (sl * Point);
OrderSend(Symbol(), OP_SELL, lot, bidprice, slip, sl, tp, "IA1_Sell-"+repeat, 0, 0, Red);
return(0);
}

Lalu Klik Compile. selesai untuk EA SELL

2. Cara buat EA BUY
Klik Tab Meta editor di Screen MT4
klik File, pilih New, buat nama BUY next, hapus script yang ada ganti sama script:
//====================================================
//script_buy_multiple.mq4
//jayatradinginc@gmail.com
//Note: Adjust lot1,takeprofit1 and stoploss1 as u like
//build:31/10/2011 taufik
//====================================================
#property copyright "JayaTrading Semi Manual EA"
#property link "jayatradinginc@gmail.com"

double lot1 =1.0;
int total_entry =5;
int takeprofit1 =5;
int stoploss1 =0;
int slippage1 =5;
int repeat =1;

int start()
{

while (repeat<=total_entry)
{
buy(lot1,takeprofit1,stoploss1,slippage1);
Sleep(1000);
int err=GetLastError();
if (err==0) {repeat++;}
else {repeat=repeat;}
}
}
void buy(double lot, double tp, double sl, int slip)
{
double askprice = Ask;
if (tp>0)tp = askprice + (tp * Point);
if (sl>0)sl = askprice - (sl *Point);
OrderSend(Symbol(), OP_BUY, lot, askprice, slip, sl, tp, "IA1_Buy-"+repeat, 0, 0, Blue);
return(0);
}

lalu klik Compile. selesai untuk EA BUY.

3. Cara Buat EA Clossed Transaksi/Floating

Klik Tab Meta editor di Screen MT4
klik File, pilih New, buat nama CLOSED TRANSAKSI/FLOATING next, hapus script yang ada ganti sama script:
#property show_inputs
//+------------------------------------------------------------------+
extern int option = 0;
//+------------------------------------------------------------------+
// Set this prameter to the type of clsoing you want:
// 0- Close all (instant and pending orders) (Default)
// 1- Close all instant orders
// 2- Close all pending orders
// 3- Close by the magic number
// 4- Close by comment
// 5- Close orders in profit
// 6- Close orders in loss
// 7- Close not today orders
// 8- Close before day orders
//+------------------------------------------------------------------+
extern int magic_number = 0; // set it if you'll use closing option 3 - closing by magic number
extern string comment_text = ""; // set it if you'll use closing option 4 - closing by comment
extern int before_day = 0; // set it if you'll use closing option 8 - closing by before day
extern int Slippage = 5; //Slippage
//+------------------------------------------------------------------+
int start()
{
CloseAll();
return(0);
}
//+------------------------------------------------------------------+
int CloseAll()
{
int total = OrdersTotal();
int cnt = 0;

switch (option)
{
case 0:
{
for (cnt = 0 ; cnt <=total ; cnt++)
{
OrderSelect(0,SELECT_BY_POS,MODE_TRADES);
if(OrderType()<=OP_SELL) CloseOrder(OrderTicket(),0,Slippage,5,500);
if(OrderType()>OP_SELL) OrderDelete(OrderTicket());
}
break;
}
case 1:
{
for (cnt = 0 ; cnt <total ; cnt++)
{
OrderSelect(0,SELECT_BY_POS,MODE_TRADES);
if(OrderType()<=OP_SELL) CloseOrder(OrderTicket(),0,Slippage,5,500);
}
break;
}
case 2:
{
for (cnt = 0 ; cnt <total ; cnt++)
{
OrderSelect(0,SELECT_BY_POS,MODE_TRADES);
if(OrderType()>OP_SELL) OrderDelete(OrderTicket());
}
break;
}
case 3:
{
for (cnt = 0 ; cnt <total ; cnt++)
{
OrderSelect(0,SELECT_BY_POS,MODE_TRADES);
if (OrderMagicNumber() == magic_number)
{
if(OrderType()<=OP_SELL) CloseOrder(OrderTicket(),0,Slippage,5,500);
if(OrderType()>OP_SELL) OrderDelete(OrderTicket());
}
}
break;
}
case 4:
{
for (cnt = 0 ; cnt <total ; cnt++)
{
OrderSelect(0,SELECT_BY_POS,MODE_TRADES);
if (StringFind(OrderComment(),comment_text)>-1)
{
if(OrderType()<=OP_SELL) CloseOrder(OrderTicket(),0,Slippage,5,500);
if(OrderType()>OP_SELL) OrderDelete(OrderTicket());
}
}
break;
}
case 5:
{
for (cnt = 0 ; cnt <total ; cnt++)
{
OrderSelect(0,SELECT_BY_POS,MODE_TRADES);
if(OrderProfit() > 0)
{
if(OrderType()<=OP_SELL) CloseOrder(OrderTicket(),0,Slippage,5,500);
if(OrderType()>OP_SELL) OrderDelete(OrderTicket());
}
}
break;
}
case 6:
{
for (cnt = 0 ; cnt <total ; cnt++)
{
OrderSelect(0,SELECT_BY_POS,MODE_TRADES);
if(OrderProfit() < 0)
{
if(OrderType()<=OP_SELL) CloseOrder(OrderTicket(),0,Slippage,5,500);
if(OrderType()>OP_SELL) OrderDelete(OrderTicket());
}
}
break;
}
case 7:
{
for (cnt = 0 ; cnt <total ; cnt++)
{
OrderSelect(0,SELECT_BY_POS,MODE_TRADES);
if(TimeDay(OrderOpenTime())!=TimeDay(TimeCurrent()))
{
if(OrderType()<=OP_SELL) CloseOrder(OrderTicket(),0,Slippage,5,500);
if(OrderType()>OP_SELL) OrderDelete(OrderTicket());
}
}
break;
}
case 8:
{
for (cnt = 0 ; cnt <total ; cnt++)
{
OrderSelect(0,SELECT_BY_POS,MODE_TRADES);
if(TimeDay(OrderOpenTime())<before_day)
{
if(OrderType()<=OP_SELL) CloseOrder(OrderTicket(),0,Slippage,5,500);
if(OrderType()>OP_SELL) OrderDelete(OrderTicket());
}
}
break;
}
}
}
//+------------------------------------------------------------------+
bool CloseOrder(int ticket, double lots, int slippage, int tries, int pause)
{
bool result=false;
double ask , bid;

if(OrderSelect(ticket,SELECT_BY_TICKET,MODE_TRADES))
{
RefreshRates();
ask = NormalizeDouble(MarketInfo(OrderSymbol(),MODE_ASK),MarketInfo(OrderSymbol(),MODE_DIGITS));
bid = NormalizeDouble(MarketInfo(OrderSymbol(),MODE_BID),MarketInfo(OrderSymbol(),MODE_DIGITS));

if(OrderType()==OP_BUY)
{
for(int c = 0 ; c < tries ; c++)
{
if(lots==0) result = OrderClose(OrderTicket(),OrderLots(),bid,slippage,Violet);
else result = OrderClose(OrderTicket(),lots,bid,slippage,Violet);
if(result==true) break;
else
{
Sleep(pause);
RefreshRates();
ask = NormalizeDouble(MarketInfo(OrderSymbol(),MODE_ASK),MarketInfo(OrderSymbol(),MODE_DIGITS));
bid = NormalizeDouble(MarketInfo(OrderSymbol(),MODE_BID),MarketInfo(OrderSymbol(),MODE_DIGITS));
continue;
}
}
}
if(OrderType()==OP_SELL)
{
for(c = 0 ; c < tries ; c++)
{
if(lots==0) result = OrderClose(OrderTicket(),OrderLots(),ask,slippage,Violet);
else result = OrderClose(OrderTicket(),lots,ask,slippage,Violet);
if(result==true) break;
else
{
Sleep(pause);
RefreshRates();
ask = NormalizeDouble(MarketInfo(OrderSymbol(),MODE_ASK),MarketInfo(OrderSymbol(),MODE_DIGITS));
bid = NormalizeDouble(MarketInfo(OrderSymbol(),MODE_BID),MarketInfo(OrderSymbol(),MODE_DIGITS));
continue;
}
}
}
}
return(result);
}
//+------------------------------------------------------------------+

Cara Penggunaannya:
- Jika Posisi harga sudah di level tertinggi dan sudah melewati 3 kotak dan menyentuh garis Aqua MA14 silahkan klik 2x EA Sell lalu Ok dan lihat hasilnya
- Jika Posisi harga sudah di level terendah dan sudah melewati 3 kotak dan menyentuh garis Aqua MA14 silahkan klik 2x EA BUY lalu OK dan lihat hasilnya
- Jika menurut anda salah OP atau lagi Floating tapi bayak posisi OP, untuk mengclosed transaksi sekaligus silahkan klik 2X EA Closed transaksi/Floating lalu OK dan lihat hasilnya
- Dan perlu di ingat EA ini semi Otomatis jadi jika mau OP Sell/Buy harus di ulang lagi cara yang seperti di atas
"Selamat Mencoba"

✖ ۞ ۞ CandleStick ۞ ۞ ✖

kebanyakan trader sekarang menggunakan expert dan indikator sehingga melupakan candlestick yg berperanpenting dalam trading kita...
ini adalah beberapa contoh candlestick yg harus kita ketahui.




Bullish Candlestick Patterns


Bearish Candlestick Patterns

Learning NAKED TRADING STRATEGY

NAKED TRADING bukanlah cara trading yg asing di dunia forex, bahkan para profesional trader memilih menggunakan naked trading daripada trading menggunakan indi. karena kebanyakan indi itu memiliki banyak sekali kelemahan dan tidak akan bisa memprediksi market dengan benar, hal ini disebabkan indi hanya menghitung dari hasil yg telah lampau dan hampir selalu telat dalam membaca market.
tetapi tidak semua indi seperti itu, msih ada beberapa indi yg bisa digunakan sebagai pendamping NAKED TRADING, tetapi tidak digunakan untuk konfirmasi open posisi.
NAKED TRADING STRATEGY yg saya gunakan disini hanya menggunakan Price action, candlestick pattern, S&R, Trend Line, dan Fibo.
jadi untuk yg tertarik belajar NAKED TRADING di thread ini tolong jangan membahas tentang indi, EA, ataupun strategi lain selain naked trading.
postingan2 berikutnya akan saya sertakan contoh2 chart dari NAKED TRADING STRATEGI ini.



Indikator banyak sekali digunakan oleh para trader,indikator bukan berarti bagus hanya
karena banyak yg menggunakan.
inilah 3 alasan kenapa penggunaan indikator akan mengakibatkan trading loss.

1. kebanyakan indikator lag (terlambat)

tujuan utama penggunaan indikator adalah untuk mengetahui kemana arah pergerakan harga,
yang kemudian anda akan open posisi berdasarkan indi dan berharap profit.
tetapi itu akan sulit dilakukan apabila anda sudah telambat untuk masuk ke market, dan itu seringkali terjadi apabila anda menggunakan indikator.
indi tidak meramalkan kemana arah pergerakan harga karena indi hanya memberikan signal setelah pergerakan harga terjadi. inilah yg menyebabkan anda terlambat masuk ke market.

2. kebanyakan trader profesional tidak menggunakan indi

apakah anda mengira bahwa elite trader hanya duduk di depan chart dan menunggu "MA crossing" untuk memberi mereka konfirmasi untuk open posisi ??? well...profesional trader tidak melakukan itu.
mereka tahu bahwa indi selalu terlambat maka meraka tidak menggunakannya.
anda harus tahu mekanisme forex market, "yang kuat akan selalu memakan yg lemah, uang trader yg kalah masuk kantong trader yg profit", dan para pro trader inilah yg menjadi lawan anda di forex market.
ketika pro trader masuk ke market lebih awal, semantara anda masih menunggu indi untuk konfirmasi, maka hampir pasti para pro trader akan selalu keluar jadi pemenang.
pernah dengar tentang "90% lebih trader akan gagal dan sisanya hanya 10% yg akan bertahan" why...?
karena dalam trading anda akan selalu melawan para pro trader, big boys, dan bank2 sentral.

so be pro trader.

3.anda akan kalah jika anda hanya bergantung dengan indi

jika anda ingin menjadi trader yg sukses, maka anda harus berhenti mengandalkan indikator dan belajar untuk membaca price action. jika anda telah belajar cara menganalisa kemana harga akan mengarah pada real time trading, maka anda akan mendapat kemajuan yg dramatis dalam cara bertrading.
daripada menunggu indi yg selalu terlambat lebih baik belajar cara membaca price action, dengan begitu anda dapat masuk ke pasar lebih awal dan profit.
bergantung sepenuhnya pada indi hanya akan mengakibatkan loss trading, jika anda ingin menjadi pro trader yg sukses maka anda harus mengerti tentang price action.

jadi kesimpulannya jika anda ingin menjadi pilot maka belajarlah manjadi pilot dengan sekolah penerbangan,
dan jika anda ingin menjadi pro trader yg sukses belajarlah apa yg dilakukan para pro trader.



chart diatas adalah contoh price action dan S/R line yg profitable dari daily chart EU.
perhatikan bagaimana Support dan Reristen bekerja dengan baik di chart ini.
untuk candle pattern yg kebanyakan saya gunakan disini adalah Hammer, shooting star, BUOB, BUEB, BEOB, BEEB, dblhc, dbhlc, dan IB.
untuk penentuan S/R line nanti akan kita bahas kemudian.



Daftar Istilah dalam NAKED TRADING STRATEGY

SS = Shooting Star
HH = Higher High
LL = Lower Low
FIB = Fibbonacci Retracement
PB = Price Bar
DHLC = Double High Lower Close
DLHC = Double Low Higher Close
S/R = Support & Resistance
PA = Price Action
PASR = Price Action Support & Resistance
TL = Trend Line
BO = Break Out
RET = Retrace
Cable = GBP/USD
Fiber = EUR/USD
Kiwi = NZD/USD
S/RZ =Support/Resistance Zone
D1 = Daily Chart
W1 = Weekly Chart
M1 = Monthly chart
MT4 = MetaTrader 4
F12 = Keyboard Shortcut in MT4 platform to move one candle or price bar at a time through your charts.
IB = Inside Bar
H&S = Head & Shoulders price pattern
Cheese = Swiss Franc
TF = Time Frame
BE = Break Even
BEEB = Bearish Engulfing Bar
BEOB = Bearish Outside Bar
BUEB = Bullish Engulfing Bar
BUOB = Bullish Outside Bar
SL = Stop Loss
TS = Trailing Stoploss
TP = Take Profit
EWT = Elliott Wave Theory
NFP = Non Farm Payrolls (Economic new released on the first Friday of each month)
OHLC = Open High Low Close
MM = Money Management
P&L = Profit and Loss
RR = Risk Reward
ROI = Return On Investment
BOJ = Bank Of Japan
BOC = Bank Of Canada
BOE = Bank Of England
SNB = Swiss National Bank
FED = Federal Reserve (Central Banking System Of The United States)
RBA = Reserve Bank Of Australia
BNZ = Bank of New Zealand
Loonie = Canadian dollar
USDX = US dollar Index
GMT = Greenwich Mean Time



By: Tinorio